Assalamualaikum bulan. 🙂
Bagaimana kabarmu?. Semoga hingga surat terbaruku ini lahir, segala kebahagiaan tetap mewarnai perjalanan hidupmu. Semoga kebahagiaan dapat menjadi obat penawar terbaik dari racun-racun yang kerap datang, racun-racun yang senantiasa menunda pertemuan kita berdua. Dalam keadaan ini, aku selalu memanjatkan do’a kepada tuhan, agar menghapus segala duka dalam hidupmu. Aku mengharapkan belas kasih Tuhan untuk mengantar kebahagiaan yang tiada tara didalam hidupmu. Agar kau tetap yakin akan kesetiaan yang aku pegang teguh ini. Agar pula memberimu keyakinan bahwa kebahagiaan yang kerapkali datang didalam hidupmu, adalah wujud kehadiranku disisimu yang tak bisa kau lihat dengan kedua mata indahmu, namun, kehadiran itu bisa kau rasakan dengan hati kecilmu.
Bulan, mengapa engkau belum juga datang? meskipun hanya sekedar untuk menegur kesalahan kecil yang aku lakukan. Kesalahan yang senyata-nyatanya telah aku lakukan, mengingkari janjiku kepadamu untuk mengirimimu surat-surat dalam 2 minggu sekali. Dan surat ini, aku kirimkan melebihi batas waktu, sebagaimana janjiku kepadamu. Apa maksud dari semua ini bulan?. Apa yang harus aku pahami dari pesanmu yang tak tersampaikan itu?. jikalau engkau tak sanggup menceritakan maksudmu itu, berikanlah waktu kepadaku untuk kembali memahami pesan-pesanmu. Karena aku juga mencintai perilakumu yang seperti ini. Perilakumu yang di luar kebiasaan orang, telah memberikan kesempatan kepadaku yang luar biasa untuk menjadi manusia yang tumbuh dewasa.
Tapi, bulan, maafkanlah perbuatanku ini yang telah mengingkari perjanjian yang aku buat sendiri.
Bulan, jikalau boleh jujur, aku kehilangan inspirasi untuk menuliskan suratku ini. mungkinkah karena jarak kita yang semakin jauh?. Ataukah karena Tuhan sedang menaikkan level ujian bagi kisah asmara kita?. Aku tidak ingin terlalu mengkhawatirkan masalah itu. sebab yang menjadi kekhawatiranku saat ini adalah, jikalau kecemasan dan kekhawatiran telah memenuhi perasaanku, maka yang akan terjadi, aku akan berani menuduh Tuhan yang menjadi penyebab utama semua ini. sedangkan kita berdua sudah sangat paham dan yakin, bahwa segala kekuatan yang ada dalam diri manusia adalah bersumber pada Tuhan. Dan yang menjadi inspirasiku untuk menulis surat ini adalah bersumber pula dari Tuhan. Semoga.
Bulan, aku ingin menceritakan sesuatu tentang sebuah film. Aku sangat suka dengan film ini. Sebuah film yang merupakan karya asli dari india. Namun, aku tidak ingin menceritakan film tersebut dari awal sampai akhir, aku hanya ingin menceritakan satu kalimat saja yang mengandung pesan dan nasihat luar biasa untuk masa depan kisah asamara kita. Lagipula, aku hanya lebih tertarik untuk menontonnya langsung berdua denganmu di saat kita bertemu nanti. Semoga.
“Aku melihat Tuhan dalam dirimu,” begitulah kiranya pesan yang tersurat didalam film tersebut. Maaf bulan, aku tidak bisa memahami dengan seutuhnya pesan yang ingin disampaikan oleh penulis film ini. Namun, aku ingin menciptakan pemahamanku sendiri atas pesan tersebut. Semoga menjadi pemahaman yang suci terhadap cinta yang akan kita jalani. Bahwa pesan yang terkandung didalam film tersebut adalah wujud usaha dari manusia untuk menempatkan Tuhan pada keadaan tertinggi dalam hal apapun. Salah satunya adalah menempatkan Tuhan didalam persoalan tentang cinta. Dalam hal ini, aku baru mengerti, ujian yang paling berat didalam diri manusia adalah meninggalkan Tuhan mereka sendiri. Kita sebagai manusia yang lemah, setiap waktu, seolah semakin kuat saja untuk meninggalkan Tuhan. Mendahulukan soal cinta dan perasaan, lalu, tanpa sadar, Tuhan semakin jauh didalam kehidupan kita.
Bagaimana dengan nasib yang kita jalani saat ini?. Bukankah kita seringkali membahas soal cinta?. Dalam keyakinanku, sejatinya, kehidupan manusia selalu di warnai oleh cinta. Namun, soal cinta itu, aku belajar dari kisah ini, pertemuan yang tertunda telah mengajarkan kita banyak hal. Salah satu pelajaran berharga ialah saat kita memilih untuk menghentikan permainan yang mengatasnamakan cinta. Pun pertemuan yang tertunda ini adalah waktu yang terbaik untuk aku gunakan dengan sebaik-baiknya sebelum pada akhirnya kita akan bertemu. Untuk kesempatan yang baik ini, aku akan menggunakannya untuk menemukan Tuhan dan selalu hidup bersama Tuhan. Sebagaimana yang aku yakini, untuk melihat dan mengenalmu, maka hal yang paling mungkin untuk aku lakukan adalah dekat dan hidup bersama Tuhan. Sebab, dalam persoalan cinta, menempatkan Tuhan pada keadaan yang paling tinggi adalah jalan yang paling suci membina hati. Aku ingin kelak kita benar-benar menjadi pasangan hidup yang diciptakan oleh Tuhan. Semoga.
Bulan, semoga surat-suratku mampu menguatkan hati yang saban waktu selalu rapuh menjaga amanah suci dari Tuhan.
*Oleh : #RizkieMuxafier #RRI