Assalamualaikum Bulan?
Bagaimana kabarmu? Semoga segala kebaikan dan keselamatan selalu tertuju kepadamu. Amin.
Bulan, maafkanlah diriku, atas ketidaksanggupanku menjaga janjiku sendiri. untuk yang kesekian kalinya, aku mengingkari janji yang aku buat sendiri. aku berjanji untuk mengirimimu surat-surat setiap 2 (dua) minggu sekali, namun, dengan mudahnya, aku mengingkari itu. semoga kau tidak resah dengan itu semua. Sebab, meskipun tidak seperti biasanya, aku mengirimimu surat-surat tentang keadaaanku, aku sampaikan, bahwa kabarku selama ini baik-baik saja. kabarku, kabar cintaku masih hidup abadi dirumah hati kecilmu itu.
Bulan, ada sesuatu yang begitu mengganggu hati dan pikiranku. Didalam perbedaan aktifitas yang kita jalani saat ini, dalam rentang jarak berpuluh kilometer nun jauh yang memisahkan pertemuan kita, membuat kita saling berjauhan dan seringkali menunda waktu untuk berjumpa dalam suatu pertemuan. Aku merasa ini sangat berat sekali untuk kita jalani. Bukankah didalam kebiasaannya, kita harus menjaga hubungan dan merawatnya dengan pertemuan-pertemuan untuk memupuk rasa cinta didalam diri kita masing-masing. Tetapi, inilah ketulusan yang kita coba tunjukkan, mengapa akhirnya kita jatuh cinta satu sama lain? Meskipun kita tahu, kita harus menyiapkan hati yang lapang, sebab, kita harus berkorban besar untuk penundaan-penundaan pertemuan kita. Pertemuan-pertemuan yang biasa dilakukan didalam menjalin hubungan, menurut banyak orang adalah salah satu tonggak terutama untuk menjaga keharmonisan hubungan. Apakah cinta hanya mengisahkan soal itu saja?. kita menjawabnya dengan pilihan yang kita jalani saat ini, yaitu menunda sementara untuk selalu bersama. Sebab, hubungan yang kita jalani saat ini adalah merupakan bagian kecil dari keseriusan kita untuk membina hubungan yang lebih serius lagi. Oleh sebab itu, sebelum hubungan yang serius didalam ikatan yang sah itu, kita memiliki keterikatan pada kewajiban dan tanggung jawab yang kita pikul dipundak kita. Dan kita, sadar akan kewajiban itu. Lagipula, menjalani hubungan dengan kerapkali bertemu, tidakkah sedikit menghilangkan warna yang indah didalam suatu hubungan?. Ya, kita akan mengorbankan satu warna hilang didalam suatu hubungan, bila seringkali kita bertemu setiap waktu. lalu, apakah yang aku maksud dengan warna yang indah itu yang seringkali dilupakan oleh banyak pasangan?. Rindu. Ya, hanya rindulah yang lahir bilamana kita seringkali tidak menunda waktu bertemu. Pun kita sangat tegar memeluk rindu itu, dalam dekap jarak dan waktu yang memisahkan.
Tapi, bulan, meski kita jarang berjumpa didalam pertemuan, bagiku bukanlah sebuah masalah. Kita sudah terbiasa memupuk rindu ini didalam diri masing-masing. Akan tetapi, kali ini rindu yang aku rasakan adalah keresahan-keresahan yang hidup didalam hati dan pikiranku sendiri. aku tiada mengerti mengapa kali ini rindu menjelma menjadi keresahan-keresahan?. Aku begitu resah dan khawatir dengan keadaanmu. Apakah engkau disana baik-baik saja? atau sedang dalam keadaan seorang diri menyelesaikan masalah-masalahmu? Bila itu benar-benar terjadi, engkau seorang diri menyelesaikan masalah-masalahmu, aku merasa bahwa aku bukanlah lelaki yang tepat yang harus engkau pilih menjadi teman hidupmu. Oleh sebab itu, tuntunlah aku menjadi lelaki yang tepat untuk engkau pillih menjadi teman hidupmu. Segera beri aku kabar, bila engkau seorang diri dalam menyelesaikan masalah-masalahmu. Aku tidak berharap rinduku benar-benar menjelma menjadi keresahan-keresahan dan kekhawatiran. Panggilah diriku, panggilah segenap jiwaku untuk pulang melunasi rinduku. Aku ingin lebih dekat denganmu, menemanimu dalam waktu yang sebentar itu, agar tiada masalah yang menjadi beban dipundakm. Berbagilah denganku. Semoga kau tahu bulan, semoga rindu benar-benar bukanlah soal keresahan-keresahan yang aku rasakan. Sebab, rindu yang hidup karena ruh-ruh keresahan itu, dapat membunuh jiwaku kapan saja.
Bulan, aku akhiri suratku dengan harapan agar engkau segera memberiku kabar, dan baik-baiklah disana.
Wassalam,
dari langitmu yang resah akan kegelapan dunianya
#RizkieMuxafier #RRI