Assalamualaikum bulan, bagaimana kabarmu?
Apakah telah kau terima segala rinduku yang aku kirimkan beserta suratku ini? kerinduan yang seluruhnya hidup dari ruh-ruh yang meresahkan keberadaanmu. Semoga engkau tetap dalam lindungan dan penjagaanNya. Amin.
Bulan, tanpa terasa waktu berlalu cepat. Di sela-sela waktu yang tiada kabar darimu, akhirnya, sebagian kewajiban telah aku tunaikan. Ini sebuah bentuk sikap dewasa yang kau tunjukkan kepadaku. Kau memberikan kepercayaan kepadaku sepenuhnya, untuk menyelesaikan ini semua. Meski terkadang, tidak dapat aku tolak rasa rindu yang dipenuhi keresahan-keresahan semakin kuat menghujam keyakinanku. Tapi, keadaan-keadaan yang sulit yang telah membesarkan kita, menjadikan kita tangguh dalam hal apapun. Sehingga kita percaya, kita dapat melalui ini semuanya dengan baik. Amin.
Bulan, maaf, aku lupa memberimu kabar, namamu selalu menjadi pembicaraan hangat di keluarga kami. Ibuku, ayahku, adikku, paman dan bibiku, bahkan juga nenekku, kerap kali menanyakan kabar tentangmu. Kadang aku bingung untuk menjawabnya, namun aku berusaha menjawab dengan sebenar-benarnya. Aku sampaikan kepada mereka, bahwa kabarmu baik-baik saja. Dan diantara keluargaku, sosok ibu yang paling sering menanyakan kabar tentangmu. Aku mencoba memahami perasaan ibuku. Aku mengetahui ibuku sudah tidak sabar ingin bertemu dan mengenal dirimu. Semoga takdir menyediakan waktu untuk kita bertemu. Amin.
Bulan, selanjutnya, aku tidak mengerti apa yang harus aku tulis. Namun, cukup engkau tahu, sebentar lagi, aku akan memasuki dunia yang baru. sebuah dunia yang dipenuhi dengan sifat memaksa agar segala sesuatunya mengutamakan rasionalitas dan realistis. Segala sesuatunya harus bertumpu kepada kedua hal tersebut. Dan menjadi sebab, manusia menghilangkan rasa didalam dirinya sendiri untuk menikmati keindahan-keindahan hidup yang sudah ada. Ini suatu akibat dari sifat dunia yang memaksa manusia untuk mengutamakan rasionalitas dan realistis, sehingga segala sesuatunya harus di kerjakan dengan terencana. Tapi, sikap yang demikian itu, segala sesuatunya yang harus selalu terencana, akan mengurangi keimanan kita terhadap kuasa Tuhan. Kita akan lebih percaya terhadap apa yang sudah kita rencanakan, dan akan meninggalkan tuhan yang memiliki kuasa atas apa yang akan ia putuskan untuk hidup kita. Bagiku, bila kita terlalu berlebihan didalam membuat perencanaan hidup, sejatinya, sebagian telah kita hilangkan wujud rasa syukur kita terhadap keindahan yang telah Tuhan tunjukkan melalui kuasanya.
Namun, bulan, selama aku hidup, aku juga memiliki rencana. Yaitu, semoga aku menikah denganmu diusia muda. Aku mohon kamu tidak terkejut dan takut dengan keputusanku. Karena aku memiliki alasan atas keputusanku itu. Bagiku tidak ada rencana yang paling baik, selain kita dapat menikah secepatnya dalam usia muda. Sebab, masihkah mungkin dapat kita syukuri segala sesuatunya jika telah kita rencanakan dengan sebaik-baiknya, dan hal itu juga telah diwujudkan oleh tuhan?. Aku tidak ingin hari-hari kita, hanya dihiasi oleh kehidupan yang membuat kita lupa akan peranNya didalam mewarnai kehidupan singkat kita ini.
Bulan, aku akhiri suratku, seiring harapan yang aku selalu panjatkan kepada tuhan. Agar lekas kita dipertemukan. Dan aku tunggu kehadiranmu, disalah satu hari bahagiaku. Wisuda. Amin
Wassalam
Dari langitmu yang resah akan kegelapan dunianya
#RizkieMuxafier #RRI