Hati mana yang tidak akan merasa senang, bilamana mendengar sebuah wilayah yang konon hanya sebagai kota yang hidup di dalam angan saja, kini, hal tersebut tampak nyata dan bukan lagi angan belaka. Kraksaan adalah merupakan wilayah yang dahulu pernah hidup di dalam angan sebagai suatu wilayah yang menjadi dambaan semua warga (karesidenan kraksaan) agar segera bermetamorfosa menjadi tatanan sebuah kota. Dengan penuh rasa syukur, tanpa menunggu waktu yang begitu lama, akhirnya, kraksaan menjadi sebuah ibukota dari kabupaten probolinggo. Pun usia kota yang baru di tetapkan pada tahun 2010 lalu, kini telah berusia 5 tahun. Bilamana kita mengibaratkan usia manusia, 5 tahun adalah usia yang memosisikan manusia berada pada fase awal pertumbuhan. Pada usia tersebut, manusia mulai mengetahui dan mengenal benda. Bahkan, bukan hanya itu saja, seseorang dengan usia 5 tahun, atau dalam ilmu kesehatan, usia 5 tahun kerap di sebut dengan balita, para balita ini pun mulai belajar merangkak dan setelah itu di ikuti dengan belajar berjalan.
Sebagaimana perumpaan yang saya terangkan di atas, nampaknya, perlu kita tegaskan pula bahwa sejak kraksaan di tetapkan sebagai ibukota kabupaten probolinggo, dengan usia yang menjelang 6 tahun, telah banyak perkembangan yang dapat kita saksikan bersama. Mulai dari bidang pendidikan, upaya pemerintah melalui dinas pendidikan melakukan pengintegrasian (penyatuan) sekolah negeri dari jenjang sekolah paling dasar bahkan sampai jenjang paling atas. Hal itu dimaksudkan agar pendidikan dapat berjalan lebih baik. Pada bidang lain, misal, bidang kesehatan, pemerintah telah membangun rumah sakit daerah dengan fasilitas yang lebih baik dari sebelumnya (meskipun hal ini masih perlu koreksi dan peningkatan mutu di berbagai fasilitas dan infrastruktur yang belum memadai). Pada bidang pariwisata juga sangat menarik untuk dibahas, beberapa wisata yang selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah, nampaknya telah berubah. Pemerintah telah melakukan upaya perbaikan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke kabupaten probolinggo. Selain di bidang pendidikan, kesehatan, dan pariwisata, juga masih ada beberapa bidang lain yang harus saya terangkan, salah satunya adalah pada bidang ekonomi. Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, pemerintah dengan sangat gencar mempromosikan diri kepada investor agar melirik kabupaten probolinggo sebagai lahan investasi yang baik. Sebagai daerah yang berkembang, tentu hal ini menjadi point plus bagi kabupaten probolinggo untuk mendapatkan investor sebanyak-banyaknya. Sehingga, proses pembangunan dapat segera tercapai, dan seiring itu pula, pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.
Berdasarkan beberapa pendapat yang saya kemukakan mengenai kemajuan pembangunan yang ada di kabupaten probolinggo, nampaknya, ada satu bidang yang belum saya uraikan dan ini menjadi topic pembahasan yang paling penting. Hal tersebut, berkaitan pada bidang social politik dan budaya atau saya menyebutnya dengan istilah sopo buya. Pada bidang ini, sebagai bagian dari warga masyarakat kabupaten probolinggo, agar secara teguh memberikan kritik yang tajam dan membangun. Sebagaimana sebuah kota-kota yang ada, di dalam melakukan pembangunan, tidak akan terlepas dari sebuah perubahan tatanan dan struktur social masyarakat yang berkaitan pula pada perubahan politik (cara pandang) dan budaya. Jika menelusuri asal usul tatanan social kehidupan kita, bahwa sejatinya, kita adalah keturunan dari bangsa timur yang beradab dan menjunjung tinggi tata krama. Sehingga, bagai mendapat hadiah bola salju yang menyejukkan itu (kita mendapat hadiah pembangunan kota yang begitu pesat), kita pula harus tetap sadar dan terjaga, bahwa sesungguhnya, bola salju yang sedemikian menyejukkan itu, dapat pula membesar dan menghancurkan kehidupan kita. Artinya, sebuah keniscayaan bagi sebuah kota mencapai sebuah pembangunan, namun, tetap masih menjadi sebuah pilihan bagi sebuah kota, apakah dapat bertahan dengan tatanan social yang ada atau tatanan social itu juga hancur seiring di bangunnya gedung-gedung baru?. Mengenai jawaban ini, hanya sejarah yang dapat membuktikan. Sebagaimana yang kita ketahui pada umumnya, sejarah adalah mahkamah yang paling benar. Bukan hanya itu saja, pembangunan yang di lakukan tidak hanya mengancam pada tatanan social kehidupan kita, melainkan juga, akan menyentuh pada sector politik dan budaya. Pada sector politik, kita akan mempertaruhkan system perpolitikan yang liberal?. Sedangkan pada sector budaya, sebagai wilayah yang lahir tanpa ke khasan budaya, tentu hal ini menjadi pintu terbuka bagi budaya dari bangsa barat untuk masuk ke wilayah kita dengan sangat leluasa. Hal itu pun dapat kita ketahui melalui kemasan globalisasi, budaya barat dengan cepat merasuk pada setiap lini kehidupan kita.
Dengan demikian, melihat ancaman-ancaman yang datang semakin nyata, seiring dengan usia kota kraksaan yang menjelang usia 6 tahun, kita masih punya banyak waktu yang tersedia, agar dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendampingi si kota mungil, kraksaan, ini menjadi sebuah kota dengan pembangunan yang pesat, namun, tetap kokoh mempertahankan kehidupan social, politik dan budaya. Tentu hal ini dapat kita capai dengan selekas-lekasnya, bilamana kita mampu menjunjung tinggi persatuan, bekerjasama dengan sebaik-baiknya, dengan mendasarkan pada prinsip gotong-royong. Kesemua itu dapat pula tercapai, bilamana kita semua sadar untuk duduk bersama, mendiskusikan perihal ini, memberi urun angan dan dengan segera untuk turun tangan.
#RRI
#BungLangit
#RizkieMuxafier