
Pemuda; Berjuanglah
Bila mengingat-ngingat setiap peristiwa besar yang terjadi di republik ini, sungguh sebagai seorang anak muda, sudah sepatutnya bila kita membusungkan dada, menegapkan tubuh, mengepalkan tangan, serta lantang berteriak, “ kami dari barisan anak muda juga memegang kendali atas apa yang akan dihadapi bangsa ini.”
Gerakan pemuda indonesia awal mula mulai menunjukkan taring perjuangannya ketika deklarasi persatuan pemuda nusantara sebagai pemuda indonesia yang dilaksanakan pada tahun 1928 dengan ditandai pembacaan ikrar sumpah pemuda yang menggelora keseluruh pelosok bumi nusantara.
Sejak tahun 1928 sampai dengan masa reformasi, peran pemuda selalu diperhitungkan didalam menahkodai kapal besar indonesia. Beberapa peristiwa yang tercatat dalam sejarah indonesia, kerapkali juga menorehkan peranan pemuda, diantaranya ; pada tahun 1945, indonesia mendapatkan kemerdekaanya; pada tahun 1966, pemuda indonesia terlibat dalam penggulingan rezim orde lama yang ditengarai karena pernyataan presiden soekarno sebagai presiden seumur hidup; pada tahun 1978, pemuda terlibat dalam aksi besar-besaran yang menolak kedatangan perusahaan jepang untuk berinvestasi di indonesia; pada tahun 1998, dalam romantisme sejarah diagungkan sebagai prestasi besar pemuda indonesia dalam menggulingkan rezim orde baru yang di percayai sebagai pemerintahan yang kerapkali mengacungkan senjata untuk mengamankan pemerintahannya.
Dewasa ini, memasuki zaman reformasi, pemuda menghadapi tantangan besar didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan indonesia.Banyak faktor yang menjadi sebab, hingga, pada akhirnya menumpuk, lalu kian membesar. Sebut saja, bagaimana pancasila di era orde baru menjadi tafsir tunggal penguasa. Sehingga, dampak yang paling terasa saat ini, betapa pancasila diartikan secara sederhana dengan slogan “ saya indonesia, saya pancasila.” Hal ini tentu menjadi dilematis bagi pemuda masa kini. Sebab, didalam literatur-literatur yang ditulis soekarno, mengenai pancasila diuraikan dengan sangat jelas bahwa akhir daripada perjuangan pancasila adalah terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
Lalu, dapatkah cita-cita luhur tersebut dapat diwujudkan oleh pemuda hari ini?. Didalam keyakinan jiwa muda, meskipun hal ini masih terbilang sangat sulit untuk diwujudkan, pemuda harus berpegang teguh kepada keyakinannya sendiri bahwa segala cita-cita harus dipertaruhkan, sehingga, dapat diketahui, apakah pertaruhan tersebut dapat dimenangkan?. Kalimat tersebut diilhami oleh perkataan syahrir, seorang sosialis muda indonesia pada zamannya.
Jawaban-jawabannya kelak akan dibuktikan dimasa mendatang dan ditulis dalam sejarah. Seluruhnya, sangat bergantung kepada kerja-kerja ideologi yang kita lakukan hari ini. Tentu, tetap dengan bersandar kepada idealisme anak muda. Propaganda-propanda penyadaran terhadap mental manusia indonesia yang hari ini masih terjajah harus semakin digencarkan. Bagaimana kondisi hari ini sangat terang benderang menjelaskan sikap ketertundukkan kita, sikap kita yang dengan besar hati rela menjadi budak. Padahal dunia ini berjalan oleh sebuah sistem yang dapat kita ubah seperti peristiwa-peristiwa mencekam sebelumnya. Dan perubahan tersebut dapat diwujudkan ketika barisan pemuda semakin kuat bersatu untuk menghancurkan sistem tersebut. Dengan mempersembahkan sepenuh jiwa raga, berperang dalam memenangkan kembali pancasila. Untuk kemenangan Pancasila, kami pemuda bersumpah.
BungLangit #RRI