Assalamualaikum bulan. akhirnya kesempatan ini kembali datang, aku sangat senang dengan semua ini. semoga engkau juga demikian. Semoga rahman dan rahim-Nya selalu memelukmu hangat dalam menjalani setiap rutinitas harianmu yang sampai saat ini, belum bisa aku temani.
Bulan, aku harap kamu tidak terkejut, ketika membaca judul surat ini. aku memilih judul ini, bukan tanpa alasan. Aku memilih judul yang demikian guna untuk memperingatkan diriku kembali. Mungkin belum kamu ketahui, keadaan yang aku jalani seperti apa, namun, yang jelas, waktu yang bergulir cepat, akan mengantarku menjadi seorang imam, yang akan membimbing perjalanan rumah tangga kita. Apakah sudah engkau membaca suratku yang sebelumnya, bahwa selepas wisuda aku akan menyiapkan pundakku ini agar lebih kuat lagi, supaya kau merasa nyaman bersandar di pundakku.
Mengenai UN –ujian nasional- aku pernah melaluinya. Mungkin engkau juga sama, pernah melalui masa-masa itu. entah kapan kamu melalui itu, apakah sudah berlangsung lama dan waktunya bersamaan dengan diriku, aku samasekali tidak tahu. Atau mungkin saja engkau baru-baru ini menyelesaikan UN, dan/atau mungkin engkau masih harus melalui UN untuk yang terakhir kali, sebelum akhirnya engkau akan masuk ke dalam fase, sebagai mahasiswa. Aku hanya bisa berdoa, semoga hasil UN mu sangat memuaskan, dan dapat melalui proses yang selanjutnya dengan lancer, amin.
Bulan, apakah engkau telah mengerti apa yang aku maksudkan pada bagian judul surat ini?. UN berdua?. Apakah kalimat itu terbesit didalam pikiranmu tentang kisah kita dalam mengerjakan soal-soal UN yang menjadi parameter kelulusan kita sebagai siswa?. Aku tidak bermaksud yang demikian bulan. aku sedang membayangkan sesuatu bahwa kelak di masa mendatang, kita berdua dapat melalui UN dengan baik. Aku sudah sangat tidak sabar menunggu itu. Tetapi, semua kembali kepada takdir yang telah di gariskan. Kapan waktu yang tepat bagi kita berdua untuk menghadapi UN bersama, semua telah di atur dengan baik didalam Arsy-Nya.
Apakah engkau telah mengerti pesan singkat dariku itu?. sebuah cita-cita mulia yang aku simpan didalam jiwa dan ragaku. Sebuah keinginan sederhana, dan menjadi awal dari semuanya. Aku tidak mungkin melalui UN ini sendiri, dan aku sangat berharap engkau dapat menemaniku. Dan kita lalui UN ini bersama. Sebab, UN bukan hanya di gelar dalam waktu beberapa hari saja, UN yang kelak akan kita lalui, akan menghabiskan waktu berjuta-juta hari lamanya. Dan aku sangat membutuhkanmu untuk berada disisiku.
Tapi, bulan, apakah engkau sudah mengerti mengapa aku memaksa agar kita harus lalui UN berdua?. Karena aku ingin menjadi halal untukmu, dan engkau halal untukku. Selain itu juga, sedikit akan aku ceritakan bagaimana keadaaan bangsa kita ini. kita tidak tahu bagaimana nasib bangsa ini ke depan. Apakah berada pada jalur kejayaan yang mensejahterakan segala rakyatnya ataukah bangsa ini berada di jalur kehancuran yang sangat memberikan Ujian Nasional bagi seluruh rakyatnya, sehingga kita harus lebih keras lagi dalam bekerja, agar kita berhasil dan mendapat hasil yang memuaskan melalui UN ini. untuk itu, aku selalu berdoa, semoga engkaulah bulan yang menjadi pilihan terbaik dari Tuhan untuk menjadi teman hidupku dalam melalui UN yang tanpa batas waktu. Dan hanya karena berakhirnya umur, maka UN juga akan berakhir. Semoga saja, secepatnya kita dapat di pertemukan lebih dahulu, meski belum dalam ikatan yang halal atau pun ikatan yang diciptakan anak-anak muda sekarang alias pacaran. Karena aku ingin kita saling mengenal dan saling mendalami kekurangan-kekurangan yang kita miliki. Agar kelak perjalanan kita dalam melalui UN ini berjalan dengan lancar. Amin.
Bulan, maaf harus aku akhiri tulisanku. Ingatlah, bahwa setiap kata yang tertoreh, hiduplah abadi sebuah rindu didalamnya. Ingatlah saat malam tiba, aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu. Lalu, aku kirimkan doa, semoga engkau baik-baik saja disana. Dan semoga do’a yang tidak pernah engkau dengar, hiduplah sebuah harapan besarku untuk bisa bersanding denganmu. Bukan hanya untuk berapa hari saja, akan tetapi, aku ingin hidup denganmu untuk berjuta-juta hari lamanya. Semoga saja terkabul. Amin
*Oleh : #RizkieMuxafier #RRI